Latest Games :

#Jkw2P : AWALUDIN IBRAHIM ADAM DARISE

Satu Kata ..... Satu Hati ..... Tetap Dukung <> #Jkw2P <>

@Jokowi Presiden Ku : NAWACITA - REVOLUSI MENTAL

Setia Di Garis Rakyat <> #Jkw2P <>

PBNU : INSYA ALLAH ..... INDONESIA BERKAH

Sabtu, 17 Februari 2018 | 0 komentar


Continue Reading

Kamis, 15 Februari 2018 | 0 komentar

KLIK LINK =|>> http://presidenri.go.id/ <<|= KLIK LINK







https://m.youtube.com/watch?v=F7XkvAIauAQ&feature=share





Continue Reading

PRESIDEN JOKOWI : MAKASAR - SULAWESI SELATAN

| 0 komentar



Selamat Siang
Komandan Mohon Izin Melaporkan giat kunker
Bpk. Ir. H. Joko Widodo (Presiden RI) dan Ibu Hj. Iriana Joko Widodo beserta rombongan pada hari Kamis tgl. 15 Februari 2018 (hari kedua) di Prov. Sulsel sbb :


1. Pkl. 08.07 WITA, meninggalkan Hotel The Rinra Jl. Metro Tanjung Bunga Kota Makassar menuju Kab. Gowa.

2. Pkl. 08.20 WITA, tiba di Lapangan Syech Yusuf Discovery Jl. Masjid Raya Kec. Somba Opu Kab. Gowa dalam rangka menghadiri acara PENYERAHAN KARTU INDONESIA PINTAR (KIP), PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH), DAN BANSOS PANGAN RASTRA OLEH PRESIDEN RI.

Giat dihadiri antara lain :
- Menteri Sosial RI, H. M. Idrus Marham.
- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. H. Muhajir M.Pd.
- Gubernur Sulsel, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH dan Ibu drg. Hj. Ayunsri Syahrul.
- Pangdam XIV/Hsn, Mayjen TNI Agus Surya Bakti.
- Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Umar Septono.
- Unsur Forkopimda Prov. Sulsel.
- Bupati dan Wakil Bupati Gowa.
- Unsur Forkopimda Kab. Gowa.
- Tamu undangan kl. 2.500 orang diantaranya para Ka. SKPD Pemkab Gowa, Para Camat, Kades, Lurah, serta masyarakat dan siswa penerima bansos.


Susunan acara :

a. Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh paduan suara SMP Neg. 1 Sungguminasa.

b. Sambutan Gubernur Sulsel intinya :
- Merasa bahagia atas kehadiran Presiden dan Ibu Negara di Prov. Sulsel khususnya di Kab. Gowa.
- Tahun 2018 di Prov. Sulsel dilaksanakan Pilgub serta 12 Pilkada Kab/Kota dan semuanya dalam kendali.
- Tingkat pertumbuhan ekonomi di Sulsel hingga saat ini sangat baik termasuk stok pangan seperti hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan. Hal ini berkat adanya  kekompakan para Bupati dan Walikota bersama TNI Polri.
- Seluruh warga Sulsel siap menjadi pilar utama dalam mendukung program Bapak Presiden.

c. Sambutan Menteri Sosial RI.

d. Penyerahan bantuan program  KARTU INDONESIA PINTAR (KIP), PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH), DAN BANSOS PANGAN RASTRA oleh Presiden RI didampingi Menteri Sosial serta  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kepada perwakilan penerima.


e. Sambutan Presiden RI intinya :
-  Dalam Kartu PKH ada isinya  senilai Rp. 1.890.000. Pengambilannya dilakukan utk tahap pertama 500 ribu, tahap kedua 500 ribu, tahap ketiga 500 ribu dan tahap terakhir 390 ribu. Nanti jika ada tambahan APBN,  nilainya bisa ditambah. Kartu tsb dipakai utk pendidikan dan gizi anak - anak kita.
- Untuk KIP isinya masing - masing SD sebesar Rp. 450.000, SMP sebesar Rp. 750.000, dan SMA/SMK Rp. 1.000.000, digunakan utk  pembelian kelengkapan sekolah.
- Mengucapkan selamat kepada para perwakilan guru yg telah lulus sertifikasi yg hari ini hadir sebanyak 300 orang.
- Negara kita ini merupakan negara besar yg memiliki 714 suku, 1.100 bahasa daerah, agama berbeda-beda, dan kondisi geografisnya sebagian besar perairan. Oleh sebab itu, mari kita jaga persatuan dan kebersamaan kita jangan sampai pelaksanaan Pemilu dan Pilkada kita menjadi tdk rukun karena semua ini adalah anugerah dari Allah SWT.

Dalam sambutan tsb, Bapak Presiden memberikan kuis pertanyaan kepada perwakilan masyarakat dan siswa dgn memberikan hadiah berupa sepeda.


f. Pkl. 09.25 WITA, giat selesai selanjutnya Bpk. Presiden RI menyalami dan berfoto bersama masyarakat yg hadir ditempat acara.

g. Pkl. 09.40 WITA, meninggalkan Lap. Syech Yusuf Discovery menuju lokasi padat karya di Kec. Bajeng Kab. Gowa. Situasi sementara Aman Terkendali


















Continue Reading

BERITA TERHEBOH PENGHARGAAN DUNIA KEPADA PEMERINTAHAN PAK JOKOWI

Minggu, 11 Februari 2018 | 0 komentar

KEMENKEU
IBU SRI MULYANI INDRAWATI

Continue Reading

PRESIDEN JOKO WIDODO : INDONESIA BERKAH

Sabtu, 10 Februari 2018 | 0 komentar


Continue Reading

Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2018

Minggu, 07 Januari 2018 | 0 komentar



Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2018 sudah ia serahkan kepada para menteri dan pimpinan lembaga pada akhir tahun 2017 lalu. Karena itu, Presiden meminta agar seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) segera mengeksekusi program dan kegiatan kerja yang telah direncanakan.

“Sekali lagi saya ingin  mengulangi, jangan sampai kebiasaan-kebiasaan lama yang business as usual, yang rutinitas, yang monoton itu harus kita buang,” pesan Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna Awal Tahun Anggaran 2018, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/1) siang.

Presiden meminta para pimpinan K/L harus menjadikan tahun 2018 itu betul-betul sebuah kerja yang dimulai sejak awal, sehingga diharapkan kemiskinan, ketimpangan, dan keterbelakangan bisa dituntaskan.

Dalam arsip www.setkab.go.id tercatat DIPA untuk 86 K/L pada Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp847,4 triliun, dan transfer ke daerah dan Dana Desa sebesar Rp766,2 triliun. DIPA ini telah diserahkan oleh Presiden Jokowi kepada pimpinan K/L di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 6 Desember 2017.

Peningkatan Investasi SDM

Dalam bagian lain pengantarnya pada Sidang Kabinet Paripurna itu, Presiden Jokowi menyampaikan keinginannya agar di 2018 ini pemerintah memberikan perhatian pada peningkatan investasi sumber daya manusia (SDM).

“Jumlah penduduk kita 250 juta, 60 persen di antaranya adalah anak-anak muda. Bonus demografi ini harus menjadi kekuatan dan peluang kita melalui peningkatan pendidikan dan pelatihan vokasi yang sudah mulai kita jalankan sejak tahun 2017,” tutur Presiden Jokowi.

Presiden menekankan, pemerintah  harus terus memperbaiki piramida kualifikasi tenaga kerja agar menjadi tenaga yang terlatih yang terampil sehingga bisa terserap semuanya oleh industri-industri.

“Kita ingin keahlian, keterampilan yang diajarkan di sekolah-sekolah vokasi harus benar-benar sambung dengan dunia kerja, dengan kebutuhan industri,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden juga meminta para menteri Kabinet Kerja agar  tidak melupakan calon tenaga kerja yang saat ini mayoritas masih berpendidikan SD dan SMP, harus di-upgrade, diperbaiki.

“Kita tingkatkan kompetensinya, misalnya melalui program pelatihan kerja, pemagangan, program sertifikasi yang juga sudah kita mulai, tetapi perlu kita perluas sesuai kebutuhan industri-industri kita,” tutur Presiden Jokowi.

Sidang Kabinet Paripurna itu dihadiri oleh Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Desa dan PDTT Eko Sandjojo, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Menristek dan Dikti M. Nasir, Menkominfo Rudiantara, Menteri PANRB Asman Abnur, Mendikbud Muhadjir Effendy, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Tito Karnavian, dan Jaksa Agung Prasetyo. (FID/JAY/ES)

Continue Reading

Sejumlah raja dan sultan se-Nusantara hadir di Istana Kepresidenan

| 0 komentar

Sejumlah raja dan sultan se-Nusantara hadir di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (4/1/2018). Kedatangan mereka atas undangan langsung Presiden Joko Widodo.

Merawat Adat Leluhur, Presiden Mendukung Pelestarian Kerajaan dan Kesultanan Nusantara

Sejumlah raja dan sultan se-Nusantara hadir di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (4/1/2018). Kedatangan mereka atas undangan langsung Presiden Joko Widodo. Sebelumnya, dalam satu kesempatan, Kepala Negara memang menyatakan akan mengundang para raja dan sultan untuk datang ke Istana.

Kepada para raja dan sultan tersebut, Presiden menyatakan ingin berdiskusi terkait dengan masalah-masalah di lapangan, terutama yang ada di keraton-keraton. Ia juga ingin mendapatkan masukan langsung dari para raja dan sultan itu.

"Saya ingin mendengar masalah-masalah yang ada dari yang saya hormati, yang mulia para raja dan sultan dan dari pangeran serta permaisuri yang pagi hari ini hadir," ujarnya saat mengawali audiensi di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (4/1/2018).

Berdasarkan rilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab ini dihadiri oleh 88 raja dan sultan dari seluruh Indonesia dengan rincian 20 dari Sumatra, 17 dari Jawa, 3 dari Bali, 4 dari NTB, 5 dari NTT, 10 dari Kalimantan, 18 dari Sulawesi, 9 dari Maluku dan 2 dari Papua.

Salah seorang perwakilan dari para undangan dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya bagi Presiden Joko Widodo yang bersedia bertemu dengan para raja dan sultan se-Nusantara. Bahkan, dengan adanya pertemuan yang belakangan rutin dilaksanakan ini, Presiden disebut sangat mencintai rakyat dan juga segala macam adatnya.

"Atas nama seluruh raja dan sultan, kami sampaikan apresiasi yang sangat tinggi. Kami merasa sangat tersanjung, sejak bulan September sampai Januari ini sudah hampir empat kali kami bertemu Bapak. Di Cirebon, Medan, dan dua kali di sini. Bagi kami, Bapak bukan hanya menghormati, tapi betul-betul mencintai adat, mencintai kami," ujar Sultan Kepaksian Skala Brak, Edward Syah Pernong.

Usai mendengar segala masukan, Presiden Joko Widodo berjanji untuk menampung masukan tersebut dan nantinya akan berupaya untuk mencari jalan keluar dari permasalahan-permasalahan yang ada. Ia pun meminta kepada para raja dan sultan untuk memberikan laporan yang lebih detail sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan.

"Saya telah mencatat banyak sekali dan mungkin juga dalam bentuk tulisan sudah saya terima, nantinya secara khusus saya akan merumuskan kebijakan-kebijakan yang secepatnya bisa diimplementasikan," ucap Presiden.

Lebih lanjut, Kepala Negara menyampaikan bahwa pihaknya berencana untuk menyediakan alokasi anggaran khusus untuk revitalisasi keraton-keraton yang mengalami kerusakan.

"Saya juga minta mengenai keraton-keraton yang perlu diperbaiki secara total. Mungkin dikerjakan setiap tahun entah 3 sampai 5, nanti saya hitung dulu anggarannya," tuturnya.

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menjanjikan akan secepatnya mengumpulkan jajaran terkait dan membicarakan segala masukan yang didapat.

"Saya belum bisa menjawab, tapi akan ketemu nanti setelah saya rapat terbatas dengan seluruh kementerian yang ada. Termasuk di dalamnya mengenai sertifikasi tanah-tanah keraton yang memang belum dikerjakan. Akan saya perintahkan untuk segera dikerjakan," tuturnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut mendampingi Presiden, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy; Menteri Pariwisata, Arief Yahya; dan Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki. (Humas Kemensetneg)




Continue Reading
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. AWALUDIN IBRAHIM ADAM DARISE - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger