Latest Games :

#Jkw2P : AWALUDIN IBRAHIM ADAM DARISE

Satu Kata ..... Satu Hati ..... Tetap Dukung <> #Jkw2P <>

@Jokowi Presiden Ku : NAWACITA - REVOLUSI MENTAL

Setia Di Garis Rakyat <> #Jkw2P <>

Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2018

Minggu, 07 Januari 2018 | 0 komentar



Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2018 sudah ia serahkan kepada para menteri dan pimpinan lembaga pada akhir tahun 2017 lalu. Karena itu, Presiden meminta agar seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) segera mengeksekusi program dan kegiatan kerja yang telah direncanakan.

“Sekali lagi saya ingin  mengulangi, jangan sampai kebiasaan-kebiasaan lama yang business as usual, yang rutinitas, yang monoton itu harus kita buang,” pesan Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna Awal Tahun Anggaran 2018, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/1) siang.

Presiden meminta para pimpinan K/L harus menjadikan tahun 2018 itu betul-betul sebuah kerja yang dimulai sejak awal, sehingga diharapkan kemiskinan, ketimpangan, dan keterbelakangan bisa dituntaskan.

Dalam arsip www.setkab.go.id tercatat DIPA untuk 86 K/L pada Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp847,4 triliun, dan transfer ke daerah dan Dana Desa sebesar Rp766,2 triliun. DIPA ini telah diserahkan oleh Presiden Jokowi kepada pimpinan K/L di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 6 Desember 2017.

Peningkatan Investasi SDM

Dalam bagian lain pengantarnya pada Sidang Kabinet Paripurna itu, Presiden Jokowi menyampaikan keinginannya agar di 2018 ini pemerintah memberikan perhatian pada peningkatan investasi sumber daya manusia (SDM).

“Jumlah penduduk kita 250 juta, 60 persen di antaranya adalah anak-anak muda. Bonus demografi ini harus menjadi kekuatan dan peluang kita melalui peningkatan pendidikan dan pelatihan vokasi yang sudah mulai kita jalankan sejak tahun 2017,” tutur Presiden Jokowi.

Presiden menekankan, pemerintah  harus terus memperbaiki piramida kualifikasi tenaga kerja agar menjadi tenaga yang terlatih yang terampil sehingga bisa terserap semuanya oleh industri-industri.

“Kita ingin keahlian, keterampilan yang diajarkan di sekolah-sekolah vokasi harus benar-benar sambung dengan dunia kerja, dengan kebutuhan industri,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden juga meminta para menteri Kabinet Kerja agar  tidak melupakan calon tenaga kerja yang saat ini mayoritas masih berpendidikan SD dan SMP, harus di-upgrade, diperbaiki.

“Kita tingkatkan kompetensinya, misalnya melalui program pelatihan kerja, pemagangan, program sertifikasi yang juga sudah kita mulai, tetapi perlu kita perluas sesuai kebutuhan industri-industri kita,” tutur Presiden Jokowi.

Sidang Kabinet Paripurna itu dihadiri oleh Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Desa dan PDTT Eko Sandjojo, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Menristek dan Dikti M. Nasir, Menkominfo Rudiantara, Menteri PANRB Asman Abnur, Mendikbud Muhadjir Effendy, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Tito Karnavian, dan Jaksa Agung Prasetyo. (FID/JAY/ES)

Continue Reading

Sejumlah raja dan sultan se-Nusantara hadir di Istana Kepresidenan

| 0 komentar

Sejumlah raja dan sultan se-Nusantara hadir di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (4/1/2018). Kedatangan mereka atas undangan langsung Presiden Joko Widodo.

Merawat Adat Leluhur, Presiden Mendukung Pelestarian Kerajaan dan Kesultanan Nusantara

Sejumlah raja dan sultan se-Nusantara hadir di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (4/1/2018). Kedatangan mereka atas undangan langsung Presiden Joko Widodo. Sebelumnya, dalam satu kesempatan, Kepala Negara memang menyatakan akan mengundang para raja dan sultan untuk datang ke Istana.

Kepada para raja dan sultan tersebut, Presiden menyatakan ingin berdiskusi terkait dengan masalah-masalah di lapangan, terutama yang ada di keraton-keraton. Ia juga ingin mendapatkan masukan langsung dari para raja dan sultan itu.

"Saya ingin mendengar masalah-masalah yang ada dari yang saya hormati, yang mulia para raja dan sultan dan dari pangeran serta permaisuri yang pagi hari ini hadir," ujarnya saat mengawali audiensi di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (4/1/2018).

Berdasarkan rilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab ini dihadiri oleh 88 raja dan sultan dari seluruh Indonesia dengan rincian 20 dari Sumatra, 17 dari Jawa, 3 dari Bali, 4 dari NTB, 5 dari NTT, 10 dari Kalimantan, 18 dari Sulawesi, 9 dari Maluku dan 2 dari Papua.

Salah seorang perwakilan dari para undangan dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya bagi Presiden Joko Widodo yang bersedia bertemu dengan para raja dan sultan se-Nusantara. Bahkan, dengan adanya pertemuan yang belakangan rutin dilaksanakan ini, Presiden disebut sangat mencintai rakyat dan juga segala macam adatnya.

"Atas nama seluruh raja dan sultan, kami sampaikan apresiasi yang sangat tinggi. Kami merasa sangat tersanjung, sejak bulan September sampai Januari ini sudah hampir empat kali kami bertemu Bapak. Di Cirebon, Medan, dan dua kali di sini. Bagi kami, Bapak bukan hanya menghormati, tapi betul-betul mencintai adat, mencintai kami," ujar Sultan Kepaksian Skala Brak, Edward Syah Pernong.

Usai mendengar segala masukan, Presiden Joko Widodo berjanji untuk menampung masukan tersebut dan nantinya akan berupaya untuk mencari jalan keluar dari permasalahan-permasalahan yang ada. Ia pun meminta kepada para raja dan sultan untuk memberikan laporan yang lebih detail sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan.

"Saya telah mencatat banyak sekali dan mungkin juga dalam bentuk tulisan sudah saya terima, nantinya secara khusus saya akan merumuskan kebijakan-kebijakan yang secepatnya bisa diimplementasikan," ucap Presiden.

Lebih lanjut, Kepala Negara menyampaikan bahwa pihaknya berencana untuk menyediakan alokasi anggaran khusus untuk revitalisasi keraton-keraton yang mengalami kerusakan.

"Saya juga minta mengenai keraton-keraton yang perlu diperbaiki secara total. Mungkin dikerjakan setiap tahun entah 3 sampai 5, nanti saya hitung dulu anggarannya," tuturnya.

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menjanjikan akan secepatnya mengumpulkan jajaran terkait dan membicarakan segala masukan yang didapat.

"Saya belum bisa menjawab, tapi akan ketemu nanti setelah saya rapat terbatas dengan seluruh kementerian yang ada. Termasuk di dalamnya mengenai sertifikasi tanah-tanah keraton yang memang belum dikerjakan. Akan saya perintahkan untuk segera dikerjakan," tuturnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut mendampingi Presiden, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy; Menteri Pariwisata, Arief Yahya; dan Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki. (Humas Kemensetneg)




Continue Reading

NYUNGSEP NYA SARACEN , AKHIRNYA DI TUTUP JOKOWI

Jumat, 29 Desember 2017 | 0 komentar


Ditutup Jokowi, IHSG Sentuh Level Tertinggi Sepanjang Sejarah BEI
Jumat, 29 Desember 2017 | 16:32 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi menutup perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk tahun 2017. Penutupan perdagangan di BEI dilakukan di Main Hall BEI, Jumat (29/12/2017) pukul 16.00.
Sebelum secara resmi menutup perdagangan di BEI, Jokowi menyampaikan apresiasinya kepada para pelaku pasar dan BEI. Pasalnya, mereka telah memberikan dedikasi yang tinggi untuk menumbuhkan perekonomian Indonesia.
"Atas nama pemerintah saya memberikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi bagi para pelaku pasar atas dedikasi yang tinggi," kata Jokowi.
 Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri ditutup pada level tertinggi sepanjang sejarah perdagangan BEI, yakni pada level 6.355,65. Angka ini tercatat menguat sebesar 0,66 persen atau 41,61 poin

Pada hari perdagangan terakhir di tahun 2017 ini terdapat 222 saham naik, 149 saham turun, dan 118 saham stagnan. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 28,38 triliun dengan volume 26,08 miliar saham.
Ketika mengumumkan posisi IHSG di hari terakhir perdagangan untuk tahun 2017, para tamu yang hadir langsung memberikan apresiasi. Menurut Jokowi, ini adalah angka yang sangat tinggi dan di luar prediksi.
Sepanjang tahun ini, IHSG terus mencatat penguatan hingga beberapa kali mengukir rekor. Hingga 28 Desember 2017, kapitalisasi pasar di BEI telah mencapai Rp 6.993 triliun dan penggalangan dana di pasar modal telah mencapai Rp 802 triliun .

#KMPS



Continue Reading

SEPENGGAL KISAH TENTANG JOKOWI

| 0 komentar


SEPENGGAL KISAH TENTANG JOKOWI....
Jokowi dilihat secara fisik sering diremehkan org. Terutama dari kaum kampreet.. Jokowi tetap bersikap diam dan cuek meski sebenarnya juga tau dan mendengar. Dia lbh cinta rakyat dan bangsanya melebihi kecintaan terhadap dirinya sendiri. Semua itu tdk pernah lepas dari pesan ibundanya, juga sumpah jabatan yg diembannya. Jokowi sangat  menyadari bhw jabatan presiden disamping sebuah anugerah dari sang Khaliq, tetapi juga sebagai amanah yg sgt berat utk diembannya.Beliau sgt sadar akan hal itu. Tapi jgn dikira Jokowi seorang presiden yg lemah dan bodoh. Jokowi adalah seorang petarung sejati yg tdk akan menyerah dg serangan politik sekeras apapun. Jangan pernah bermimpi akan berhasil bila ingin memakzulkan Jokowi dg cara yg mereka rancang. Jokowi sgt tau dan paham setiap gerakan politik yg senantiasa menyerang dan menyudutkannya, baik lwt ucapan, sindiran dan langkah politik yg mereka lakukan. Namun semua beliau hadapi dg tenang dan senyum. Jokowi tdk akan pernah larut dalam permainan politik mereka. Jokowi menjawab semua itu dg kerja keras dan upaya utk segera  membangun bangsa yg carut marut ini agar bisa segera bangkit kmbali menjadi bgsa yg bermartabat dan berwibawa dalam bingkai negara kesatuan republik indonesia yg berkeadilan dan mandiri dst. Kenapa Jokowi setenang itu dan tdk tampak sedikitpun rasa waswas dan khawatir? Jokowi mempunyai kekuatan yg maha dahsyat, yaitu Allah.SWT. Jokowi hanya tunduk pada konstitusi negara, bukan oleh partai politik atau kekuatan apapun. Bila kita amati tdk sekalipun dan dimanapun Jokowi melalalaikan sholat lima waktunya. Beliau selalu bermunajad pd Zat yg maha kuasa Allah.SWT. Demikian pula ditengah malam hari dikala sebagian org tengah tidur nyenyak tdk pernah lupa melakukan sholat tahajud. Bermunajad mohon kekuatan perlindungan. Disitulah kekuatan maha dahsyat Jokowi. Kembali pada kelompok yg berseberangan secara politik yang ingim menghalangi dan menjegal jalannya pemerintahan, Jokowi sangat tau mslh itu. Kita tunggu apa skenario yg akan mereka lakukan utk presiden Jokowi selanjutnya. Kita harus tetap  waspada dlm satu kekuatan mendukung langkah Jokowi dlm kondisi sesulit apapun bila memang itu ada. Rakyat yang percaya dan setia pada beliau akan selalu mendukung dan membela dalam kebenaran. Amin....























Continue Reading

SARACEN BERTANYA - BERTANYA DENGAN KE LINGLUNGAN NYA

| 0 komentar


Ada KMPret pake nanya, "Apa sih yg lo dapat dari mendukung Jokowi".
Jawaban gue simple...
"kaga ada... gua dukung Jokowi bukan mau ngemis jabatan, gua dukung Jokowi bukan mau ngemis subsidi dan gua  dukung Jokowi bukan mau ngemis meningkatkan kesejahteraan hidup gue, karna tanpa Jokowi pun hidup gue udah lebih dari  sejahtera. Gue tau mana org yg benar2 bekerja tulus ikhlas membangun negeri, untuk bangsa dan rakyatnya, dan mana org2 yg bekerja untuk kelompok, kroni,  golongan dan begundal2nya... Jokowi kaga usah di sanjung, Jokowi juga kaga usah di bela. Yg menyanjung dan yg membela dia adalah bukti nyata hasil kerja nya... Mau meneruskan proyek mangkrak kek kate lo, mau ngutang kek kate lo, yg jelas semua yg berhubungan dg keuangan ada pertanggung jwbn nya. Jadi gue tetep dukung Jokowi..

#SALAM_JKW2P
#BeraniBersatu
#IndonesiaBerkah

Continue Reading

NAH LOH : NYUNGSEP SARACEN LAGI GAGAL FOKUS

| 0 komentar


BELAJAR DARI KESEDERHANAAN JOKOWI

Mencari sosok pejabat yang sederhana dan hidup bersahaja di negeri kita kalau tidak berlebihan bisa diibaratkan mencari jarum dalam tumpukkan jerami. Jarang-jarang ada. Tadinya sebelum menjabat memang sederhana dan merakyat. Tapi setelah jadi pejabat langsung berubah dan bergaya. Mentang-mentang sudah jadi pejabat.
Namun Joko Widodo (Jokowi), Presiden RI ke 7 saat ini telah menunjukkan kepada kita. Bahwa dirinya bukan seperti kebanyakan pejabat yang suka mentang-mentang. Jadi pejabat harus banyak gaya. Menjaga jarak dengan rakyatnya.
Jokowi yang selalu mengaku orang ndeso itu tak banyak berubah. Sebelum jadi pejabat dan setelah punya jabatan jadi orang nomor satu di Indonesia . Tetap santai dalam kesederhanaannya. Bukan hanya penampilannya yang sederhana. Wajahnya pun masuk kategori sederhana saja.
Gaya sederhananya tampak dalam kesehariannya. Kalau tidak pakai pakaian dinas, ya kemeja putih dan celana hitam atau batik. Tak ketinggalan sepatu hitam yang itu-itu saja. Tidak macam-macam dengan memoles wajahnya yang ndeso itu agar tampak kinclong.
Bicaranya tetap bergaya apa adanya. Tidak digaya-gayakan agar mirip pejabat kebanyakan. Bahasanya masih tetap ndeso saja. Jokowi tidak pernah jaga image alias jaim dengan statusnya. Tertawa lepas atau kelihatan bingung. Apa adanya.
Sebagai Presiden RI Jokowi tidak pernah mau diistimewakan dengan pelayanan bintang lima. Biasanya yang namanya pejabat tentu berharap dilayani secara istimewa.
Jokowi, makan pun tidak ragu dengan pisang atau kacang rebus. Minum kopi di warung warga pun dilakoninya dengan tidak risih dan dibuat-buat. Karena dasarnya memang sudah sederhana.
Satu lagi kesederhana yang patut ditiru adalah masih berani mengaku malu ketika sosonya difilmkan. Jokowi merasa dirinya belum pantas.
Tidak berlebih bila Jokowi dianggap pemimpin yang membumi. Mau membaur dan turun menemui warga dengan blusukan tanpa pengawalan khusus.
Kini Jokowi pun menjadi idola rakyat bukan karena apa-apa. Salah satunya karena sifat kesederhaannya yang merakyat.
Kita saja yang bukan pejabat dan bukan siapa-siapa malah mulai meninggalkan kesederhanaan hidup dengan mengikuti gaya bak selebritis, agar dianggap modern dan keren. Kesederhanaan malah dianggap ketinggalan jaman. Gengsi kalau berpenampilan sederhana. Takut jadi bahan tertawaan. Duuuh…malu aku. Mau belajar hidup sederhana saja susah!









Continue Reading

Dari , Oleh Dan Merakyat

| 0 komentar


Bahasa visualisasi yg sangat menyentuh.. 
siapapun akan menerawang jauh, bagaimana mungkin seorang tukang kaYu yg betul2 mengawali semua perjalanan hidupnya dari titik 0. 
Dan garis tanganya berkata lain, Allah SWT mempercayakan amanah yg begitu dasyat.. Kursi RI l. 
Maka siapapun yg memiliki rasa iri dan dengki padanya, niscaya akan berhadapan langsung dengan Sang Pencipta yakni Allah SWT. 
Dan alhamdulillah.. sang tukang kaYu sadar betul apa arti amanah yg dipercayakan kepadanya dengan bekerja sesuai tuntunan Allah SWT.
Lagi2 kalimat "sepi ing pamrih, rame ing gawe" dia jalani dengan ikhlas dalam menjalankan amanah rakyat demi terwujudnya Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 
Bukan uniform dgn tongkat komando nan gagah perkasa, ternyata justru seorang tukang kaYu dgn celana pendek, baju lusuh dengan alat pasah yg diberikan mandat oleh Rakyat atas campur tangan Tuhan, Allah SWT.... Subhanallah...

Continue Reading
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. AWALUDIN IBRAHIM ADAM DARISE - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger